Apa Itu Intermittent Fasting?

Apa Itu Intermittent Fasting

329 telah dibaca. |

Banyak orang yang masih salah memahami makna dari diet. Diet adalah menjaga pola makan untuk tujuan tertentu. Salah satu contohnya adalah untuk menurunkan berat badan.

Selain untuk tubuh langsing, diet juga berperan bagi pasien tertentu yang memiliki berbagai pantangan dalam makan atau minum. Setiap penyakit memiliki pola diet yang berbeda.

Untuk menjaga pola makan, ada banyak cara yang dapat dilakukan oleh Sahabat MIKA. Misalnya, defisit kalori berdasarkan perhitungan body mass index (BMI) dari tinggi dan berat badan. Nah, ada salah satu metode diet yang mudah dan efektif dalam menurunkan berat badan atau melancarkan sistem kerja tubuh, yaitu intermittent fasting.

Apa itu intermittent fasting?

Intermittent fasting (IF) adalah pengaturan pola makan dengan cara berpuasa, yaitu menggunakan jeda waktu untuk bisa mengonsumsi makanan. Umumnya dilakukan dalam waktu 16 jam berpuasa, dan 8 jam untuk mengkonsumsi makanan.

Perumpamaan ini seperti Sahabat MIKA yang tidak terbiasa dengan sarapan pagi. Jadi, Anda berhenti mengkonsumsi makanan pada malam hari, lalu akan dilanjut pada jam makan siang. Namun, Anda tetap mengkonsumsi hidrasi dari air mineral atau teh dan kopi tanpa gula.

Intermittent fasting biasanya digunakan sebagai metode yang mudah untuk menurunkan berat badan ideal karena Anda tidak perlu menyiapkan makanan khusus dengan harga yang mahal, tetap dapat mengkombinasikan menu makanan, dan dapat memotong kadar asupan gluten dan karbohidrat sebesar hingga 65%.
Manfaat intermittent fasting bagi kesehatan

Selain membantu menjaga pola makan dan menurunkan berat badan, intermittent fasting atau diet puasa memiliki segudang manfaat bagi kesehatan tubuh:

  • Menurunkan kadar gula darah.
  • Menurunkan berat badan.
  • Menjaga kesehatan jantung dan menurunkan kolesterol.
  • Mengurangi rasa lapar yang terlalu sering.
  • Meningkatkan metabolisme sampai 14%.
  • Mengurangi ketergantungan pada makanan tinggi gula.
  • Mengurangi rasa cemas dan stres, dan dapat menghindari asupan makanan berlebihan.
See also  Bengkoang: Manfaat untuk Kesehatan, Kecantikan dan Wajah

Berbagai cara intermittent fasting

Terdapat beberapa cara berdasarkan variasi waktu untuk menjalani diet puasa ini:

1. 16/8

Waktu intermittent fasting ini sangat populer untuk diterapkan, yaitu 16 jam puasa dan 8 jam makan. Misalnya, Anda berhenti makan tepat jam 8 malam, lalu tidak makan hingga jam 12 siang. Dari jam 12 siang sampai jam 8 malam, Anda boleh mengonsumsi makanan. Saat Anda berada pada jeda waktu puasa, Anda boleh untuk minum air mineral, teh dan kopi tanpa gula untuk mencukupi hidrasi.

2. Eat-stop-eat

Selain metode 16/8, metode ini juga cukup populer. Anda berpuasa selama 24 jam dalam 1 hari, namun masih diperbolehkan untuk minum. Kemudian, di hari selanjutnya Anda dapat mengkonsumsi makanan atau minuman seperti biasanya dalam 24 jam.

Sahabat MIKA dapat mengatur waktu kapan akan berpuasa dalam seminggu, misalnya berpuasa seharian penuh ini dalam 2 atau 3 kali seminggu.

Meskipun Anda dalam program diet puasa, tetap perhatikan dan menjaga pola makan, ya!

3. Alternate day fasting

Jika puasa eat-stop-eat dapat Anda tentukan untuk hari dan jadwal, maka alternate day fasting memerlukan waktu berpuasa selama 36 jam atau 2 hari. Setelah 2 hari tersebut, Anda bisa mengkonsumsi makanan normal seperti biasa.

Pada puasa ini, Anda diwajibkan untuk banyak mengonsumsi air agar Anda tidak dehidrasi.

4. Warrior intermittent fasting

Nah, berikut ini adalah metode dengan berpuasa selama 20 jam, dan 4 jam untuk makan. Bagi Anda yang ingin menjalani warrior intermittent fasting, tetap jaga pola makan Anda dengan menghindari makanan berproses dan tinggi kalori, serta utamakan hidangan dengan makanan sehat dan tinggi gizi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top