Matematika India Kuno

Matematika India Kuno

59 telah dibaca. |

Para ahli matematika India kuno memberikan kontribusi terobosan bagi perkembangan matematika modern. Mereka menemukan sistem desimal dan memperkenalkan angka nol sebagai pengganti angka, merevolusi aritmatika.

Aljabar berkembang dengan solusi untuk persamaan linear dan kuadrat. Trigonometri dan fungsi trigonometri dikembangkan. Bahkan π diperkirakan dengan akurasi yang luar biasa. Para ahli matematika India yang luar biasa yang membuat penemuan-penemuan ini. Diantaranya Aryabhata, Brahmagupta, Bhaskara II, Madhava, dan Ramanujan. Mereka telah meninggalkan warisan pengaruh budaya dan inspirasi yang abadi.

Kata-kata angka Veda dan Geometri

Jejak paling awal dari aktivitas matematika di India dapat ditemukan dalam Weda, teks-teks agama Hindu kuno. Weda berisi kata-kata bilangan untuk angka-angka besar, seperti shankha (10¹⁷) dan padma (10¹⁴).  Terdapat juga konstruksi geometris untuk altar dan ritual api.

Sistem nilai tempat desimal dan nol: Bangsa India adalah salah satu yang pertama kali mengembangkan sistem nilai tempat desimal untuk menulis angka.

Mereka menggunakan simbol untuk sembilan digit dan titik atau lingkaran kecil untuk nol.

Prasasti paling awal yang diketahui dari sistem ini berasal dari abad ke-5 Masehi, tetapi mungkin sudah digunakan lebih awal dalam teks-teks astronomi. Konsep nol sebagai sebuah angka, serta sifat-sifat aljabar dan aritmatikanya, juga dieksplorasi oleh para ahli matematika India.

Aritmatika dan Aljabar

Mereka mengembangkan berbagai metode untuk melakukan operasi aritmatika. Seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, akar kuadrat, dan akar pangkat tiga.

Mereka juga menemukan algoritma untuk menemukan solusi untuk persamaan linear dan kuadrat. Juga persamaan tak tentu dengan bentuk ax + by = c. Beberapa matematikawan terkenal yang berkontribusi dalam bidang ini adalah Aryabhata (abad ke-5 M), Brahmagupta (abad ke-7 M), Bhaskara II (abad ke-12 M), dan Mahavira (abad ke-9 M).

See also  Pintu Neraka Kawah Darvaza

Trigonometri

Trigonometri: Para ahli matematika India kuno membuat kemajuan yang signifikan dalam trigonometri, studi tentang hubungan antara sudut dan sisi-sisi segitiga. Mereka mendefinisikan enam fungsi trigonometri (sinus, cosinus, tangen, cotangen, secan, dan cosecan) dan menurunkan rumus untuk menghitung nilainya untuk berbagai sudut. Mereka juga mengembangkan metode untuk menemukan sinus dan kosinus dari sudut ganda dan sub-sudut ganda, serta fungsi trigonometri terbalik. Beberapa matematikawan terkemuka yang bekerja di bidang trigonometri adalah Varahamihira (abad ke-6 M), Aryabhata, Brahmagupta, Bhaskara II, dan Madhava dari Sangamagrama (abad ke-14 M).

Baca Juga: Einstein dan Romannya.

Kalkulus: Mereka adalah pelopor dalam pengembangan kalkulus, cabang matematika yang berhubungan dengan laju perubahan, limit, deret tak hingga, dan integral. Mereka menemukan banyak ekspansi deret tak hingga untuk fungsi trigonometri, logaritma, dan π, dengan menggunakan teknik seperti diferensiasi suku demi suku dan integrasi. Mereka juga menerapkan kalkulus untuk masalah-masalah dalam astronomi, geometri, dan fisika. Beberapa matematikawan luar biasa yang berkontribusi pada kalkulus adalah Madhava, Nilakantha Somayaji (abad ke-15 M), Jyesthadeva (abad ke-16 M), dan Srinivasa Ramanujan (abad ke-19 hingga abad ke-20 M).

Geometri, teori bilangan, kombinatorika, dan konsep ketidakterbatasan juga dieksplorasi. Karya mereka menyebar secara global, mempengaruhi matematika di peradaban-peradaban lain dan meletakkan dasar bagi penemuan-penemuan di masa depan, membuat para ahli matematika India kuno sangat diperlukan dalam pengembangan matematika.

Back To Top