Museum Isabella Stewart Gardner, Misteri Pencurian Benda Seni yang Tak Terpecahkan

Museum Isabella Stewart Gardner

151 telah dibaca. |

Pada Maret 1990, Museum Isabella Stewart Gardner didatangi dua pencuri yang menyamar petugas polisi melarikan lukisan dengan nilai mencapai 500 juta dolar USD.

Pada tanggal 18 Maret 1990, alarm berbunyi di Museum Isabella Stewart Gardner. Alarm mengatakan bahwa ada “asap di salah satu ruangan”, tetapi para penjaga tidak melihat adanya asap. Penjaga mengira telah terjadi kerusakan pada perangkat keamanan. Tak lama kemudian, dua petugas polisi tiba di tempat kejadian.

Kedua petugas tersebut mengatakan bahwa mereka telah diberitahu tentang “gangguan”. Kedua penjaga muda, berusia 23 dan 25 tahun, mengizinkan mereka masuk. Begitu berada di dalam galeri, para penjaga menyadari ada sesuatu yang janggal. Mereka menyadari yang lebih tinggi dari kedua ‘petugas’ itu tampak mengenakan kumis palsu.

Para penjaga kemudian dengan cepat ditundukkan dan diikat oleh para penyusup, pencuri seni yang menyamar. Mereka mencuri dua belas karya seni yang berharga pada hari itu. Diantaranya sebuah lukisan Vermeer, Rembrandt, Degas dan Manet. Secara keseluruhan nilai lukisan-lukisan tersebut diperkirakan mencapai 500 juta dolar.

Kurang dari satu jam setelah masuk, kedua pencuri tersebut pergi dengan membawa dua belas lukisan bernilai ratusan juta dolar. Tidak ada penangkapan yang pernah dilakukan. Tidak ada karya yang pernah ditemukan dan kasus ini masih belum terpecahkan hingga tahun 2024. Pencuri karya seni paling terkenal dalam sejarah.

Sampai saat ini, belum teridentifikasi.

Museum Isabella Stewart Gardner, tempat terjadinya pencurian, merupakan tempat eksentrik yang terinspirasi oleh perjalanan dunia penciptanya.

Isabella Stewart lahir dari keluarga kaya raya di New York City yang memastikan Isabella mendapatkan pendidikan terbaik yang bisa dibeli dengan uang. Setelah menikah dengan John “Jack” Lowell Gardner Jr, seorang pengusaha, dermawan, dan kolektor seni terkemuka di Boston, sosialita berusia 20 tahun yang penuh gaya ini pindah ke Massachusetts.

See also  Ken Allen dan Fu Manchu, Cerdiknya Orangutan

Pasangan ini menghabiskan beberapa dekade berikutnya berkeliling dunia, di mana Isabella menikmati seni dan arsitektur yang dilihatnya. Setelah kematian suaminya pada tahun 1898, Isabella membeli sebidang tanah yang belum dikembangkan di daerah Back Bay Fens, Boston, yang dikelilingi oleh rawa.

Di sana, ia membangun istananya sendiri yang menggabungkan elemen desain Renaisans dan Gotik Eropa.

Stewart, yang meninggal dunia pada tahun 1924, menghabiskan lebih dari 25 tahun terakhir hidupnya untuk mendedikasikan dirinya pada museum tersebut. Dia dengan penuh perhatian menata ulang tata letaknya untuk memamerkan tambahan baru pada koleksinya. Menyelenggarakan konser dan ceramah, serta mendorong para seniman dan masyarakat untuk menikmati dan terinspirasi oleh salah satu koleksi seni pribadi yang paling luar biasa di Amerika. Lantai empat digunakan sebagai kediaman sang direktur hingga tahun 1989.

Para pencuri kemungkinan besar berhasil karena perencanaan yang cerdik, keberuntungan, dan keamanan yang lemah. Pada tahun 1990, kelemahan keamanan museum sudah menjadi rahasia umum di kalangan elit kriminal Boston, sehingga menjadikannya sebagai tempat yang tepat untuk pencurian. Dari awal hingga akhir, pencurian karya seni terbesar dalam sejarah modern ini hanya berlangsung selama 81 menit. Pada pukul 1:24 pagi tanggal 18 Maret 1990, dua orang pria berpakaian polisi masuk ke dalam Museum Isabella Stewart Gardner di Boston. Mereka mengalahkan dua penjaga keamanan malam yang tidak menaruh curiga, lalu mengikat korbannya ke pipa dan meja kerja di ruang bawah tanah museum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top