Pesan Manis Astronaut Muslim pada Warga Bumi di Tahun Baru HIjriah

Pesan Manis Astronaut Muslim pada Warga Bumi di Tahun Baru HIjriah

172 telah dibaca. |

Salah seorang astronaut muslim yang berasala dari Uni Emirat Arab merayakan hari besar umat Islam dengan berfoto dari luar angkasa. Sultan Al-Neyadi mengambil foto bulan sabit pertama di tahun baru Hijriah sambil menitipkan pesan untuk umat Bumi. An-Neyadi mengirim ucapan selamat tahun baru Islam ke umat Bumi pada 19 Juli 2023 melalui akun Twitternya. Ucapan selamat tahun baru yang menggunakan bahasa Arab tersebut juga diiringi oleh doa kebaikan tahun baru.

“Hari ini kita memulai tahun baru Hijriah. Saya memohon kepada Allah untuk memberkati negara kami, Uni Emirat Arab, semua umat muslim, di seluruh dunia. Selamat tahun baru,” ujarnya.

Menyertai ucapan tersebut, Al-Neyadi menunjukkan Bumi di malam hari dari stasiun luar angkasa yang penuh dengan sinar lampu pada spot spot tertentu.

“Bersamaan awal tahun baru Hijriah, saya ingin mengingatkan bahwa setiap momen adalah senja dari awal yang baru, kesempatan untuk tumbuh dan bertualang. Semoga tahun kalian penuh dengan berkah, kebahagiaan, dan penemuan hal hal yang baru,” katanya.

Rangkaian cuitan dari Al-Neyadi pad aplatform twitter tersebut, ditutup dengan sebuah foto bulan sabit pertama di tahun hijriah, yang ia potret dari Stasiun Luar Angkasa Internasional.

“Bulan sabit tahun baru Hijriah dari ISS (Internatioan Space Station). Semoga tahun kamu semanis keindahan pemandangan ini,” sebutnya.

Al-Neyadi sebelumnya juga ikut mengucapkan selamat menjalankan ibadah haji tahun 2023 dengan membagikan foto para jemaah haji dari Stasiun Luar Angkasa Internasional. Pria itu juga sempat melewati Ramadan di atas Bumi dan sempat mencoba menjalankan ibadah puasa.

Lewat akun media Twitter-nya, Al Neyadi juga tidak ingin melewatkan momen Idul Adha 2023 dengan membagikan sebuah foto Makkah dari luar angkasa.

See also  The New York Times Melaporkan Negara Ghana Menyatakan Bangkrut Akibat Hutang

Untuk diketahui, Al-Neyadi bukan astronaut pertama yang beragama islam. Sebelumnya, sudah ada Pangeran Sultan bin Salman Al-Saud dari Arab Saudi yang mengunjungi luar angkasa pada Ramadan pada tahun 1985.

Di luar angkasa, Al Neyadi berencana untuk melakukan 19 eksperimen terkait radiasi, tidur, sakit punggung, hingga sains material.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top