Studi Baru Menunjukkan Paus Menjadi Salah Satu Cara Atasi Perubahan Iklim

Studi Baru Menunjukkan Paus Menjadi Salah Satu Cara Atasi Perubahan Iklim

91 telah dibaca. |

Perubahan iklim yang terjadi saat ini menjadi perhatian kita semua. Banyak penelitian yang menganggap pohon atau “penghijauan” adalah salah satu solusi dalam mengatasi perubahan iklim.

Studi terbaru menyebutkan bahwa paus menjadi salah satu cara selamatkan bumi untuk mengatasi perubahan iklim.

Sekelompok ahli biologi dalam penelitian yang terbit di jurnal Trends in Ecology and Evolution membuktikan bahwa paus justru lebih potensial mengurangi karbon di udara dan di lautan.

Lautan adalah penyerap karbon terbesar di dunia yang dapat melakukan penyerapan hingga mencapai 40% CO2 secara global sejak revolusi industri.

Ilmuwan menilai bahwa melestarikan paus dapat menjadi salah satu cara yang baik untuk menyelamatkan bumi.

Ternyata paus menyerap lebih banyak karbon.

Bagaimana bisa?

Paus adalah mamalia laut yang mampu memerangkap karbon dalam tubuh dan kotorannya.

Di lain sisi, paus termasuk hewan yang terancam punah.

Mengutip WWF, sebanyak 6 dari 13 spesies paus besar berkategori ENDANGERED (terancam punah) dan VULNERABLE (rentan punah).

Lalu bagaimana cara paus memerangkap karbon?

Karbon adalah zat yang dimiliki semua makhluk hidup. Makin besar ukuran makhluk hidup, maka makin tinggi kadar karbon dalam tubuhnya.

Ukuran paus dapat mencapai >150 ton sehingga begitu besar karbon yang dapat masuk ke dalam tubuhnya. Studi Roman et al (2014) mengungkap setiap paus besar mampu menyerap rata-rata 33 ton karbon.

Melalui kotoran dan bangkai tubuhnya, hal itu yang digunakan paus dalam memerangkap karbon.

  1. Kotoran paus diserap oleh fitoplankton.
  2. Fitoplankton menyerap CO2 dan menghasilkan oksigen melalui fotosintesis.
  3. Lewat kotorannya secara tidak langsung paus turut mengurangi 40% Co2 secara global per tahunnya.
  4. Lalu ketika mati, bangkai paus akan tenggelam ke dasar laut sehingga karbon dalam tubuhnya tidak mencemari astmosfer.
See also  Jangan Lewatkan Supermoon Terakhir Tahun Ini

Ternyata faktanya 1 ekor paus lebih banyak menyerap karbon dibandingkan 1 pohon. Perbandingan pohon dan paus dalam mengatasi perubahan iklim adalah:

  • Sebatang pohon hanya bisa menyerap 48 pon atau 22 kg CO2 selama setahun.
  • Seekor paus besar rata-rata dapat menyerap 33.000 CO2 dan mampu menyimpan karbon tersebut sepanjang hidupnya.

Selain dengan menanam pohon, melestarikan paus juga penting karena sangat berperan untuk menekan emisi karbon penyebab perubahan iklim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top